Penari Di Desa KKN | Cerita Dari Sudut Pandang Mbah Dok

Cerita KKN desa penari dari sudut pandang mbah dok ini melengkapi cerita sebelumnya yang kurang seram. Untuk menghubungi mbah dok ini butuh kerja keras dan kerja cerdas, karena alam kami yang berbeda. Akhirnya setelah puasa mutih 1 jam saya bisa berkomunikasi dengan mbah dok. Sebenarnya mbah dok tidak ingin cerita ini tersebar luas lagi, karena bagaimanapun juga ini berkaitan dengan teman2 ghaib beliau. Kata dia pamali membicarakan kaumnya di depan manusia. Tapi demi meluruskan cerita yang sudah terlanjur viral, sampai-sampai hogwarts school pun menurunkan pihak intelejennya ke Indonesia, beliau akhirnya bersedia saya wawancarai. Berhubung mbah dok gak mau disebut dengan nama sebenarnya, karena sesuatu hal maka kita gunakan inisial MD. Saat wawancara MD minta bunga untuk camilan sebagai syaratnya, berhubung dirumah gak tersedia bunga melati, bunga kantil apalagi bunga bank, maka saat wawancara saya siapkan vape dengan rasa melati buat mbah dok.

Cerita Versi MD

“Ss..hhh…” Sambil menghisap vape dalam-dalam, MD mencoba mengumpulkan ingatannya ke masa itu, masa dimana nur ( gadis muda yang mbah dok ikuti ) akan melaksanakan kkn. “Saya sebenarnya dari awal sudah mengingatkan nur, dari saat sebelum melakukan observasi hingga akan berangkat KKN” kata mbah dok lirih. Ss…hh… Kembali mbah dok menghisap vape. “Dengan cara apa mbah, sampeyan mengingatkannya? tanyaku. “Lewat wa, instagram maupun fb, namun semuanya tidak digubris oleh nur, apa karena paketan mbah dok yang sudah habis ataukah karena sinyal ghaib belum membayar royalti kepada telkomsel, mbah kurang tau” jawabnya masih dengan lirih. Busyet makhluk ghaib juga pake wa? batinku. Ss…hh.. ss..hh.. Semakin dalam vape dihisap mbah dok, semakin kental aroma melati dari asap vape didalam kamar. “Mbah juga sudah mengingatkan 2x melalui penampakan pengemis, juga gak digubris sama nur, mungkin kalo mbah menyamar sebagai luna maya akan lain kejadiannya”. Kali ini raut muka MD menyiratkan penyesalan yang dalam.

Baca Juga : Cara Download Video Instagram di PC/Laptop

“Ya, iyalah mbah, kalo mbah nyamar sebagai Luna Maya, Bima gak akan tertarik dengan Widya apalgi sampai wik wik wik dengan Ayu, mbah” sahutku. MD melotot kearahku seakan tidak suka dengan ucapanku. Aku hanya menunduk untuk menyiratkan rasa penyesalan dan mengambil sisa uang belanja pagi tadi yang terserak dilantai, lumayan bisa buat beli liquid vape yang dihabiskan MD ini.

Baca Juga : Soto Ayam Cak To

“Sampai akhirnya malam itu, Nur diintai sama gendruwo bermata merah dan … “Emang gendruwo matanya ada yang kuning atau hijau mbah” kupotong omongan MD sekali lagi”. “Hrr…kkk EMANG LAMPU LANTAS!!! JANGAN POTONG PEMBICARAAN ORANG TUA” Bentak Mbah dok dengan muka memerah, dan sekali lagi aku kembali menunduk, namun sekarang sudah tidak ada lagi uang berserakan dibawah.

Baca Juga : Kepala Kucing Lebih Baik Daripada Ekor Harimau

Si MD kemudian melanjutkan cerita, bahwa karena berusaha melindungi si Nur ini dari serangan desa ghaib disebelah desa KKN, dia dipanggil oleh Prabu Kepala Desa penari dan mbah buyut orang pintar desa tersebut. Mereka meminta MD agar keluar dulu dari tubuh Nur atau kalau tidak mau maka KKN yang diadakan mahasiswa tersebut dibubarkan. Mulanya MD tidak mau, bahkan saking sayangnya MD pada si Nur, MD nekat meminjam batu akik Thanos dan menghabisi setengah dari populasi desa milik Badarawuhi tersebut. Harapan saya semoga separuh populasi desa yang masih tersisa tidak dihabisi nenek tua ini, agar bisa tercatat dalam SP2020.

Kembali ke cerita MD, akhirnya MD pun bersedia meninggalkan tubuh Nur dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Dan akhirnya MD pun menjaga Nur dari kejauhan dan tak lupa membeli paket kuota unlilimited agar tidak tertinggal berita tentang Nur.

Baca Juga : Awas Tidak Bisa Digunakan | Cek IMEI HP Kalian Disini

“Ada yang aroma cookies mint gak?” tanya MD padaku sambil menunjukkan isi vape yang sudah habis padaku. “Adanya rasa mango mint sama strawberry bublegum mbah” jawabku sambil segera mencari liquid dalam laci meja. Sesegera mungkin kuisi vapenya karena, bangsa halus kalo lagi ngambek langsung cus dan untuk menghubungi lagi amat susah.

“Sshhhhs.. hhhhhhh… Sss..hhhhhh….” sangat kuat sekali kali ini tarikannya pada vape, seakan-akan ingin membuang hajat besar. “Dan pada akhirnya 2 manusia tak bermoral itu menemui karmanya, widya yang aku pikir jadi korban akhirnya bisa selamat. Dan tentu saja Nur yang harus kujaga tak kurang sesuatu apapun” kata MD parau, entah karena sedari tadi berbicara atau karena liquid vape aroma melati yang diawal tadi dihisap sebenarnya tidak ada cukainya alias ilegal.

“Nah itu semua yang bisa kuceritakan padamu, untuk nama desa dan nama orang-orangnya tidak bisa aku sebutkan, karena kode etik di dunia ghaib” kata MD menyudahi pembicaraan kami. “Lagi pula sudah waktunya mbah untuk update status di IG, FB dan twitter jangan lupa like dan follow akun mbah ya? ” Dan setelah itu MD lenyap dengan kepulan asap vape.

Dan begitulah wawancara ekslusif dengan MD alias mbah dok, makhluk ghaib yang menjaga Nur.

Dari cerita diatas bisa diambil hikmah :

  1. Jaga norma dan kesusilaan, serta tingkatkan keimanan
  2. Jangan percaya makhluk dari grup sebelah. Jodoh dan mati itu hanya Tuhan yang tahu
  3. Beli liquid vape yang ada cukainya biar suara gak serak

2 Replies to “Penari Di Desa KKN | Cerita Dari Sudut Pandang Mbah Dok”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *