BUDAYA “CANGKRUK” YANG MULAI TERGANTIKAN

Opini ini ditulis berdasarkan pengalaman saya saat cangkruk atau nongkrong bersama teman-teman tepatnya di warung kopi atau tongkrongan dengan fasilitas internet gratis.

Belakangan ini hadirnya internet gratis melalui jaringan wifi semakin mengikis budaya cangkruk yang sesungguhnya. Dikutip dari http://yokcangkrukrek.weebly.com/apa-itu-cangkruk.html, Cangkruk dikenal sebagai suatu istilah yang menggambarkan aktifitas diskusinongkrong barengngobrol bareng. Cangkruk sudah mendarah daging menjadi sebuah budaya masyarakat Indonesia. Hampir di seluruh penjuru tanah air ini mengenal budaya ini. Seperti disebutkan diatas bahwa kata ini identik dengan nongkrong dan berdiskusi.

Budaya Cangkruk

Jika menilai dari definisi kata ini memang budaya ini kian tergantikan oleh aktivitas lain seperti bermain dengan “gadget” pribadi. Fitur canggih yang ditanamkan pada gadget khususnya alat komunikasi kian hari membuat orang lupa dengan dunia yang sebenarnya. Dampak negatifnya, gadget secara tidak langsung sudah mengikis rasa sosial di tempat tersebut. Khususnya kaum muda sudah tercandui oleh penggunaan gadget secara berlebihan hingga mengabaikan proses sosialisasi yang harusnya penting untuk dilakukan.

cangkruk

Kata yang juga mempunyai persamaan dengan nongkrong sekarang ini berubah menjadi ajang untuk “sibuk sendiri” dengan gadget. Misalnya dengan gadget yang sangat canggih. Orang-orang lebih memilih untuk sibuk chatting di dunia maya, bermain game, atau sekedar mengutak-atik gadgetnya.

Gadget dewasa ini sudah dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang melupakan dunia nyata penggunanya. Saya sering menjumpai di sebuah tempat tongkrongan yang berisi orang-orang yang sedang sibuk memainkan gadgetnya ketimbang bercengkrama dan bercanda antara satu sama lain. Dapat disimpulkan proses sosialisasi antar individu dengan individu lainnya sudah berkurang ketika nongkrong.

Tempat tongkrongan sekarang ini sudah banyak yang dilengkapi dengan fasilitas internet gratis tersebut. Terkadang orang-orang beralasan mereka datang hanya untuk mendapatkan koneksi internet gratis di tempat tersebut. Memang dengan koneksi internet yang melimpah dari tempat tongkrongan kita sebenarnya bisa memanfaatkan untuk mencari informasi mengenai ilmu pengetahuan dan barang jasa.

Tapi di sisi lain, kita dapat mengambil nilai positif dari nongkrong bareng. Salah satunya adalah untuk saling bertukar pikiran. Terlebih lagi bisa saja cita-cita besar terlahir ketika kita bercengkrama bersama dengan orang lain. Tidak hanya itu, aktivitas yang berhubungan dengan pembelajaran maupun pekerjaan bisa dilakukan ketika nongkrong. Sehingga akan ada pengetahuan baru yang kita dapatkan ketika kita bersama.

Solusinya kongkret adalah dengan tinggalkan gadget anda ketika bersama dan ayo cangkruk !!

One Reply to “BUDAYA “CANGKRUK” YANG MULAI TERGANTIKAN”

  1. I have noticed you don’t monetize sanjunganjiwa.com, don’t waste your traffic,
    you can earn extra bucks every month with new monetization method.

    This is the best adsense alternative for any type of website (they
    approve all websites), for more details simply search in gooogle: murgrabia’s
    tools

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *